• gb3
  • Guru perempuan
  • Guru laki
  • New year 2025
  • Natal 24
  • New year 2025

Om Swastiastu! Selamat Datang di Website SMP NEGERI 2 GEROKGAK. Terimakasih atas kunjungannya!

Pencarian

Kontak Kami


SMP NEGERI 2 GEROKGAK

NPSN : 50100328

Jl.Seririt - Gilimanuk Desa Sumberkima Kec.Gerokgak Kab.Buleleng


info@smpn2gerokgak.sch.id

TLP : 03623361244


          

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 82207
Pengunjung : 44814
Hari ini : 14
Hits hari ini : 20
Member Online : 0
IP : 216.73.216.26
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Kartini, Tokoh Inspirasi Saya




 

Tokoh wanita yang satu ini sangatlah terkenal di Indonesia, Khususnya dari segi Pemikiran emansipasi wanita. Dialah Raden Ajeng  Kartini  Djojo Adhiningrat atau dikenal sebagai R.A Kartini. Beliau salah satu pahlawan nasional yang cerdas dan gigih sebagai pejuang emansipasi wanita di indonesia .

R.A Kartini hidupnya begitu singkat, beliau kelahiran Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 dan wafat di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904. Sekitar 24 Tahun beliau hidup, walaupun tidak panjang usia beliau akan tetapi namanya selalu harum sampai sekarang. Ia dilahirkan di tengah-tengah keluarga bangsawan, R.A Kartini disekolahkan oleh ayahnya di ELS (Europese Lagere School) hanya kalangan bangsawan saja yang bisa mengenyam pendidikan formal pada waktu itu (visinews.net).

Disinilah awal pemikirannya terbentuk, beliau belajar Bahasa Belanda hingga paham dan sangat fasih berbicara dan menulis. R.A Kartini bersekolah disana hingga ia berusia 12 tahun. Sebab ketika itu menurut kebiasaan adat kala itu, anak perempuan harus tinggal dirumah untuk ‘dipingit’. Berbekal kefasihan dalam berbahasa Belanda setelah mengenyam pendidikan, R.A Kartini selalu aktif dalam melakukan korespondensi atau surat-menyurat dengan temannya yang berada di Belanda meskipun ruang geraknya hanya di dalam rumah. Dari situlah akhirnya timbul rasa tertarik dengan pola pikir perempuan Eropa yang beliau baca dari surat kabar, majalah, serta buku-buku yang ia baca dalam berbahasa Belanda. Tak heran jika pemikirannya sangat luas meski selalu berada di dalam rumah, karena beliau sibukkan dengan membaca dan berliterasi. Dengan Ketertarikannya dalam membaca, membuat beliau memiliki pengetahuan yang cukup luas soal ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Pemikiran R.A Kartini memberi perhatian khusus pada masalah emansipasi wanita melihat perbandingan antara wanita Eropa dan wanita pribumi. Hingga pada akhirnya ia mulai berpikir untuk berusaha memajukan perempuan pribumi, karena kedudukan wanita pribumi masih tertinggal jauh atau memiliki status sosial yang cukup rendah. Selain itu, pemikirannya juga menaruh perhatian pada masalah sosial yang terjadi.

Menurutnya, seorang wanita perlu memperoleh persamaan, kebebasan, otonomi serta kesetaraan hukum. Inilah yang menjadi keistimewaaan RA Kartini. Akhirnya, Konklusi atau kesimpulan akhir dari Cita-cita luhur RA Kartini adalah beliau ingin melihat perempuan-perempuan pribumi dapat menuntut ilmu dengan bebas dan belajar seperti yang sudah dilakukan sekarang ini.  Gagasan-gagasan baru mengenai emansipasi atau persamaan hak wanita pribumi, Itu dianggap sebagai hal baru yang dapat merubah pandangan masyarakat kala itu.

Muda-mudahan setelah membaca tulisan singkat ini akan lahir R.A Kartini lainnya, yang jauh lebih luas dalam menguasai ilmu dan pengembangan cakrawala berfikirnya serta dapat melengkapi pemikiran-pemikiran dan gerakan-gerakan keperempuanan di Indonesia, sehingga Cita-cita besar R.A Kartini terwujud.

Menurut  saya,  R.A Kartini ini adalah wanita yang sangat berperan dalam kehidupan perempuan di Indonesia. Karena jika tidak ada beliau mungkin saja di Indonesia masih ada tidak kesetaraan kesempatan antara laki-laki dan perempuan di semua bidang. Maka dari itu saya sebagai salah satu siswa perempuan di SMP negeri 2 Gerokgak selalu mengucapkan terimakasih kepada ibu R.A Kartini. Untuk memperingati hari R.A Kartini ini kita sebagai perempuan di Indonesia harus bisa mewujudkan kesetaraan kesempatan tersebut dengan cara jangan biarkan laki - laki yang mengambil semua kesempatannya tetapi kita sebagai perempuan di Indonesia juga harus bisa mengambil kesempatan tersebut.

Saya yakin perempuan pasti bisa.




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :





   Kembali ke Atas